Kamis, 28 Agustus 2014

Air dan Masa Depan


H2O adalah sebutan pertama kali ketika ilmuan kimia meneliti sebuah zat yang merupakan senyawa paling penting dimuka Bumi sampai saat ini. Sebuah senyawa yang terdiri dari molekul-molekul ajaib, dimana satu molekul tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Atau pada umunya orang Indonesia menyebut zat tersebut dengan nama “Air”.
Sumber kehidupan untuk semua mahluk hidup yang ada di Bumi. Oleh karena itu, peranan air sangat fital bagi semua mahluk hidup. Manusia, hewan dan tumbuhan semuanya bergantung pada air. Manusia sebagai mahluk hidup yang paling mulia dimuka Bumi ini, terdiri dari 65% zat cair. Pada umunya manusia tidak dapat bertahan hidup tanpa air lebih dari 3-5 hari. Hewan sangat membutuhkan air untuk keberlangsungan hidupnya, akan tetapi kebutuhan setiap spesies hewan berbeda-beda, tergantung pada kemampuan daya tahan tubuh terhadap habitatnya. Sedangkan Tumbuhan memerlukan air untuk proses penyusunan protoplasma, pelarut zat hara dan utamanya untuk proses fotosintesis. Itu semua merupakan sebuah rantai kehidupan yang saling terikat oleh alam yang dimana sumber utamanya adalah air.

Secara Global, kurang lebih sekitar 97.5% air di Bumi ini merupakan air asin yang berada di lautan, sisanya sekitar 2.5% yang berupa air tawar. Dari 2.5% air tawar yang ada di Bumi, 68.7% diantaranya berbentuk Es (Kutub selatan,Greenland,gletser di Pegungan), 30.1% berada dibawah permukaan bumi, 0,8% permafrost (yaitu berada dibawah permukaan tanah yang tetap beku sepanjang tahunnya, terutama terjadi didaerah kutub), dan sisanya hanya 0.4% saja berada dipermukaan Bumi (Danau,Sungai,Atmosfer dll) yang merupakan sumber air yang paling mudah dijangkau oleh semua mahluk hidup.
Menurut badan pangan dunia yaitu Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) Indonesia adalah negara dengan cadangan air tawar terbesar ke-4 di Dunia dibawah Brazil, Rusia dan Kadana. Akan tetapi ironisnya masih banyak masalah yang harus segera diselesaikan oleh Bangsa Indonesia mengenai sumber daya air. Misalnya, belum meratanya persebaran sumber daya air bagi penduduk diseluruh wilayah Indonesia (khusunya dibagian timur Indonesia). Kurangnya pengetahuan SDM untuk mengoptimalisasikan fungsi air. Limbah-limbah yang kurang dikelola dengan baik oleh pihak Perindustrian sehingga menimbulkan polusi air. Belum lagi masalah yang mengintai Indonesia dimasa depan, yaitu ledakan jumlah penduduk.

Walaupun Indonesia termasuk kedalam 4 besar negara dengan cadangan air tawar terbesar di Dunia. Tetapi, bila tidak ada penanganan yang serius mengenai masalah sumber daya air, maka diperkirakan pada tahun 2050, Dunia (termasuk Indonesia) akan mengalami stress air, yaitu situasi dimana sumber daya air tidak cukup lagi untuk memenuhi semua kebutuhan. Baik itu dalam bidang pertanian, perindustrian maupun kebutuhan rumah tangga.

Untuk menganggulangi masalah tersebut, banyak hal-hal kecil yang mempunyai banyak dampak positif untuk menjaga sumber daya air contohnya seperti merubah gaya hidup menjadi ramah lingkungan, membuat resapan-resapan biopori disekitar rumah, menanam bibit pohon untuk masa depan, dan sering menggiatkan gerakan sosialisasi menegenai fungsi air. Sehingga masyarakat mengetahui pentingnya air dimasa depan, dan bisa lebih mengoptimalisasikan air dalam kehidupan sehari-hari. 

Setelah kegiatan-kegiatan tersebut rutin dilakukan, maka kesadaran masyarakat akan pentingnya sumber daya airpun lebih meningkat. Sehingga, bisa memudahkan pemerintah dalam memanajemen sumber daya air agar bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Selain kegiatan-kegiatan tersebut, ada beberapa macam teknologi yang sedang dikembangkan oleh negara maju di Dunia dalam bidang sumber daya air, desalinasi adalah salah satu contohnya. Secara umum Desalinasi adalah proses merubah air laut (air asin) menjadi sumber daya air (air tawar). Metode yang digunakan dalam teknologi desalinasi bermacam-macam diantaranya yaitu dengan metode vacum distillation, prinsip vacuum distilations yaitu dengan cara memanaskan air laut (air asin) untuk menghasilkan uap air, yang selanjutnya dikondensasi untuk menghasilkan sumber daya air (air tawar). Ada pula metode reverse osmosis, prinsip kerja metode ini adalah dengan mendesak air laut melewati membran-membran semi-permeabel untuk menyaring kandungan garamnya, sehingga pada hasil akhir proses air garam dan air tawar akan terpisah.

Maka dari itu, selain bertambahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya sumber daya air, mempunyai manajemen yang baik, dan ditambah dengan keikut sertaannya dalam pengembangan teknologi terbarukan dalam sumber daya air. Indonesia sebagai negara dengan cadangan air tawar terbesar ke-4 di Dunia tentu tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan sumber daya air untuk semua masyarakatnya, akan tetapi Indonesia juga bisa membantu negara-negara lain yang kekurangan sumber daya air. Sehingga dimasa depan Indonesia bukan hanya terhindar dari stress air tetapi bisa juga menjadi negara pemasok air bersih kepada negara-negara yang mengalami stress air. Itu semua merupakan sebuah aset jangka panjang yang sangat berharga bagi Indonesia dimasa depan.


Sumber : 
Share:

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.